Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2014

5 Fakta Paling Mengerikan Tentang Operasi Plastik

Operasi plastik makin populer dari hari ke hari. Jika dulu banyak wanita yang menggelengkan kepala karena takut rasa sakit akibat operasi plastik, saat ini para wanita tidak lagi peduli rasa sakit, yang penting penampilan makin cantik dan menarik. Ya, operasi plastik sudah jadi makanan sehari-hari, sama seringnya seperti jika Anda memakai lipstik setiap pagi. Fenomena Korean Wave membuat banyak orang melihat sendiri bagaimana operasi plastik membuat penampilan seseorang menjadi sempurna dan cantik.


5 Fakta Paling Mengerikan Tentang Operasi Plastik



Hasil operasi plastik yang halus dan alami pada akhirnya menarik wanita lain untuk berani melakukan hal yang sama. Sementara di Amerika dan Eropa, para wanita sudah biasa dengan operasi pembesaran payudara dan sedot lemak. Mau operasi plastik atau tidak, setiap wanita punya pilihan untuk hidupnya. Meskipun demikian, sebelum melakukan operasi plastik, ada baiknya Anda membaca bahaya mengerikan apa saja di balik cantiknya operasi plastik.

Dilansir dari situs Geniusbeauty.com berikut adalah 5 Fakta Paling Mengerikan Tentang Operasi Plastik :


1. Kematian Akibat Sedot Lemak Lebih Banyak Ketimbang Kecelakaan Lalu Lintas

Liposuction atau lebih dikenal dengan sedot lemak adalah salah satu prosedur operasi plastik yang disukai banyak wanita. Hanya tinggal berbaring, maka lemak yang mengganggu penampilan bisa hilang. Tidak perlu repot olahraga berbulan-bulan dan diet yang menyiksa. Sayangnya, fakta mengerikan menunjukkan jumlah kematian akibat operasi sedot lemak lebih tinggi dibandingkan jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Menurut statistik Amerika Serikat, angka kematian kecelakaan lalu lintas 16 per 100.000 kecelakaan, sedangkan sedot lemak 20 per 100.000 prosedur.


2. Operasi Plastik Memerlukan Biaya Lebih Banyak Dibanding Kemampuan Seseorang

Sudah jadi rahasia umum bahwa operasi plastik akan menghabiskan biaya besar, belum lagi biasa masa pemulihan dan kontrol setiap tahun. Banyak orang biasa yang memaksakan diri melakukan apapun untuk bisa membiayai operasi plastik bagi dirinya. Hal ini kadang menjadi sangat miris karena banyak wanita yang tidak memiliki uang memilih jalan pintas, yaitu menyuntikkan sendiri bahan tertentu atau memakai jasa klinik abal-abal. Akibatnya, bukan kecantikan yang didapat, tetapi kesehatan menjadi taruhan. Wajah dan tubuh rusak permanen adalah salah satu risikonya.


3. Korea Selatan Adalah Negara Paling Rajin Operasi Plastik

Sudah jadi rahasia umum bahwa Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan warga yang paling sering operasi plastik. Di sana, operasi plastik sudah bukan hal yang tabu, bahkan menjadi kebanggaan. Anda bisa dengan mudah mendapati iklan super besar di pinggir jalan yang mendorong banyak orang melakukan operasi plastik.

Tidak hanya para artis yang melakukan operasi plastik, tetapi semua orang, pria wanita, bahkan para ABG yang masih berusia belasan tahun. Walaupun para warga paruh baya mengeluhkan bahwa operasi plastik menghilangkan wajah khas Korea, warga di sana tetap mencintai prosedur operasi plastik.


4. Operasi Plastik Sebabkan Kecanduan

Tidak hanya alkohol, narkoba dan merokok yang dapat menyebabkan kecanduan, operasi plastik juga. Banyak orang yang bertanya-tanya Ngapain sih dia operasi plastik terus? Muka aslinya sudah cantik. Makin dioperasi malah makin nggak karuan, Bagi beberapa orang, operasi plastik tidak hanya mengubah jadi cantik, tetapi menjadi obsesi dan kecanduan.
Gangguan ini berkaitan dengan gangguan psikologis seseorang. Mantan model bernama Alicia Douvall adalah salah satu korbannya. Wajahnya sudah cantik, sayangnya 350 kali operasi plastik justru menghancurkan wajah dan karirnya. Sekarang Alicia melakukan kampanye untuk menolong wanita lain yang mengalami gangguan seperti dirinya.


5. Dokter Bedah Plastik Sering Melakukan Kesalahan

Ada seorang pria yang kehilangan hidungnya gara-gara operasi plastik, sang dokter tidak sengaja salah potong. Kejadian serupa banyak terjadi pada pasien-pasien operasi plastik. Tidak semua ahli bedah plastik ahli dalam bidangnya. Banyak dokter mengaku sebagai ahli bedah plastik agar mendapat bayaran lebih tinggi.

Banyak sekali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dokter kulit, ahli kandung kemih, dokter spesialis alat reproduksi laki-laki, bahkan dokter biasa yang mengaku sebagai dokter bedah plastik. Hal ini tentu saja sangat merugikan pasien. Ahli bedah plastik harus memiliki kemampuan khusus yang memastikan bahwa prosedur operasi yang dia lakukan aman.

Nah, itulah 5 Fakta Paling Mengerikan Tentang Operasi PlastikSetelah membaca fakta-fakta mengerikan ini, apakah Anda berminat melakukan operasi plastik untuk kecantikan?

Rabu, 11 September 2013

UJICOBA MIKROSKOP JARUM PENDETEKSI SEL KANKER



Tim riset di University of Western Australia menggunakan mikroskop itu untuk membuat gambar 3D dengan lensa yang kecil sekali, kurang dari sepertiga milimeter lebarnya, yang bisa dimasukkan ke dalam sebuah jarum.

Alat ini kini sedang diuji pada sampel jaringan manusia. Menurut Professor Robert McLaughlin alat ini dapat membantu mencegah trauma operasi berulang-kali pada pasien kanker payudara. "Tujuan riset kami adalah membuat sesuatu untuk membantu dokter supaya dalam operasi mereka dapat memastikan mereka mengeluarkan semua sel kanker," jelasnya.

Professor Christobel Saunders, dokter bedah dan spesialis kanker payudara di Royal Perth Hospital, mengatakan, alat itu khususnya sangat berguna untuk meneliti pinggiran daerah yang dioperasi, untuk memastikan tidak ada sel kanker yang ketinggalan.

Menurut Professor Saunders menyambut baik prospek uji-coba di ruang operasi dalam waktu dua tahun. Jika berhasil, mikroskop jarum itu dapat dipakai di ruang operasi di seluruh dunia dalam waktu satu dasawarsa.

Professor McLaughlin menambahkan, pemeriksaan pathologi akan selalu diharuskan setelah operasi kanker, meskipun mikroskop jarum itu membuat operasi lebih akurat. Mutu gambar yang dihasilkan sejauh ini telah menarik minat dari para dokter bedah yang memeriksa otak dan paru-paru.

Menurut dia, teknologi ini juga dapat mengungkap rahasia fungsi paru-paru. "Kalau kita dapat memahami apa yang terjadi pada paru-paru yang mengidap penyakit seperti emphysema, mungkin kita dapat membantu para ilmuwan membuat obat yang lebih baik untuk merawat penyakit-penyakit seperti itu," tambahnya.
Tapi untuk sekarang, hasil paling menjanjikan nampaknya adalah mengidentifikasi sel-sel kanker, dan membuat mikroskop itu safe dan efektif.

Sabtu, 29 Juni 2013

Proses Terbentuknya Tumor atau Kanker

Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.
Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.
Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.
Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.
Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.
Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.
Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.
kanker-ganaz

Faktor Internal
Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru.
Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.
Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.
Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% – 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.
Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.
Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan.
Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.
Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.
Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker.
Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel.